Sunday, April 19, 2009

Saturday, April 11, 2009

Perkembangan Psikologi Anak Hiperaktif

Anak hiperaktif adalah karunia Allah SWT yang harus kita sukuri keberadaannya, tidak usah disesali apalagi ditolak keberadaannya. Orang tua yang mempunyai anak hiperaktif tidak usah berputus asa dalam mengapai Rahmat Illahi. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana mencari jalan keluar yang terbaik yang harus dijalani. Dalam perkembangannya anak hiperaktif dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak pada umumnya, ada beberapa tahap perkembangan psikologi tumbuh kembang anak hiperaktif (ADHD). Pertama pada usia anak sekitar usia 0 tahun sampai 4 tahun. Pada usia ini anak akan tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan jasmani yang menonjol. Pada saat ini anak akan tumbuh bongsor, secara pisik lebih menonjol jika dibandingkan dengan anak anak pada umumnya. Dia jarang terkena penyakit yang berbahaya dan aktifitasnya tinggi sekali. Kadang kala dia sering trangtum (membenturkan kepala ketembok misalnya). Dia cendrung akan bermain seorang diri, bahkan cendrung untuk menciptakan dunianya sendiri. Peranan orang tua pada saat ini adalah menjadi teman yang terbaik bagi anaknya. Jangan biarkan anak hiperaktif bermain seorang diri itu sangat berbahaya dan dapat mengakitatkan dia autisme (sibuk dengan diri sendiri tak peduli kepada orang lain). Ajak terus dia berkomunikasi dengan sang orang tua, meskipun anak tak menghiraukan orang tuanya. Ajak terus mata sang anak untuk memandang wajah sang ayah ataupun bunda, dengan tujuan agar sang anak mengenali kedua orang tuanya. Latih sang anak untuk dapat menirukan ucapan yang baik dan benar. jangan sampai anak hiperaktif ngoceh berbicara tidak karuan yang tak mempunyai makna sama sekali. Berimakanan yang sifatnya back to nature, jangan memberi makan anak hiperaktif makanan yang mengandung usur kimiyawi. Usahakan mengambil langsung dari alam sekitar yang belum tercemar oleh polusi. Usahakan udara yang dihirup oleh anak harus bersih dari pencemaran lingkungan. Ajarkan hurup latin, angka , berhitung dan hurup Hijaiyah kepada anak sejak dini. Dan kenalkan sang anak hiperaktif kepada Tuhan-Nya
Kecendrungan anak hiperaktif atau autisme mempunyai kelebihan dan keistimewaan genetika adalah sebuah anugrah Illahi yang harus disukuri. Anak seperti ini biasanya mempunyai kelenjar pineal dan penturi yang dapat beraktifitas secara berbarengan. Jika pada manusia pada umumnya kelenjar ini satu beraktifitas maka yang lainnya akan diam (pasif). Namun tidak demikian dengan anak tersebut. Ia akan cendrung tumbuh dengan indigonya yang luar biasa. Hanya kuncinya bagaimana kita mencari solusi yang terbaik untuk anak tersebut.
Jangan biarkan orang lain yang tidak kita kenal menangani anak tersebut sebab bisa berbahaya. Kasih sayang dan rasa cinta orang tua sangat berbeda dengan orang lain bahkan tidak menutup kemungkinan keistimewaan anak hiperaktif atau autisme akan di manfaatkan oleh orang secara tidak bertanggung jawab. Maka berhati hatilah.
Fase yang akan dilalui secara alamiah oleh anak hiperaktif berbeda dengan anak autisme. Anak hiperaktif akan lebih sederhana. Tetapi anak autisme akan lebih sedikit beragam. Hal tersebut tergantung dari kasih sayang dan bimbingan sang orang tua tercinta.
Psikologi anak hiperaktif terdiri dari tiga tahapan :
1) Masa Tumbuh ( Usia 0 tahun sampai 5 tahun). Pada usia ini anak akan tumbuh sebagaimana mana anak pada umumnya hanya ada beberapa perbedaan dengan anak pada umumnya. Secara pisik ia akan lebih sempurna dan wajah akan tampak lebih cakap jika di bandingkan dengan anak pada umumnya. Aktifitasnya sangat menonjol jika di bandingkan dengan anak pada umumnya. Ia jarang terkena penyakit yang berbahaya, karena tubuhnya lebih tahan terhadap penyakit. Mungkin ia baru dapat berbicara pada usia sekitar 4 tahunan, atau bahkan lebih. Kuncinya didik anak tersebut dan arahkan secara positif. Ajarkan ia bernyanyi, menirukan kita berbicara dan menulis. Jika mungkin pada usia seperti ini ajarkan berenang dan naik sepeda. Berikan makanan yang sifatnya back to nature. Jangan berikan makanan yang banyak mengandung bahan pengawet (yang sifatnya instan) karena sangat berbahaya, ia akan susah tidur dan aktifitasnya akan sangat sulit untuk di arahkan. Pada masa ini akan berpengruh terhadap tumbuh kembang selanjutnya, jika tidak terarah dan terdidik maka akan sangat berbahaya bagi anak tersebut untuk selanjutnya. JIka memungkinkan hiduplah di daerah yang air dan udaranya bersih (masih asri) tidak ada pencemaran. Jauh dari hiruk pikuk dan polusi lingkungan. Cegah untuk berbuat salah dengan tegas dan bijaksana, hindari kekerasan dan sikap kasar sebab akan berbekas dan berpengaruh terhadap perangai anak tersebut. JIka ia perempuan maka sebaiknya ia sudah di khitan ketika usia sekitar 1 tahun.
2) Masa berkembang, pada masa ini sekitar usia 5 sampai 10 tahun. Ia anak mulai mengenal lingkungan tempat hidupnya. Kenalkan dengan keluarga ayah, ibu, kakek, nenek, adik, kakak dan lain sebagainya secara bijak dan penuh kasih sayang. Jangan biarkan ia berbuat salah dan mengulanginya secara terus menerus, sebab jika ini terjadi maka akan tumbuh dalam pikirannya bahwa hal tersebut adalah baik dan benar meskipun itu sebenarnya adalah salah. Dan ini akan berbahaya bagi perkembangannya psikologinya. Mungkin dalam berbicara ia akan lebih banyak mengulang ulang perkataan yang ia dengar sebab mungkin ia belum paham dengan hal yang ia hadapi. Ajak berbicara denga kalimat yang sederhana dan mudah dipahami olehnya. Jangan biasakan untuk berbicara kotor dan bertingkah laku buruk. Pada masa ini ia akan lebih mengenal angka dan hurup bahkan jumlah bilangan uang misalnya. Ajaklah ia untuk berbelanja dan mengenal kebutuhan hidup sehari hari, seperti membeli sabun untuk mandi dan lain lain. Jika sudah paham dan mengerti maka suruhlah ia untuk membelisesuatu yang kita butuhkan, seperti membeli minyak goreng dan lainya. Tapi jangan disuruh untuk membeli rokok atau barang lainya yang bersifat tak baik untuk anak-anak. Berikan cerita pengantar tidur untuk anak ini yang sifatnya mendidik baik dan benar. Awas jika ia melihat yang salah dan tidak baik akan ditiru, maka berhati hatilah.
Suruh ia untuk mandi sendiri, memakai pakaian, memakai sepatu dan sekolah secara mandiri. Jika memungkinkan suruh untuk berangkat kesekolah atau TPQ secara mandiri. Jangan memanjakan secara berlebihan meskipun ada orang yang ingin membantunya. Didiklah ia secara mandiri, ajarkan yang baik itu akan memdatangkan kebaikan dan yang buruk akan memdatangkan kejelekan. Pada masa ini jika ia laki laki maka sebaiknya sudah di khitan. Kenali dirinya jika laki laki memakai pakaian seperti baju koko, celana panjang dan lain lain. Jika ia perempuan kenali harus bercermin, memakai bedak, pakaian perempuan dan lain sebagainya. Kenalkan anak akan Tuhan Sang Pencipta, ajak ia pergi untuk beribadah menghapad Kiblat. Jika memungkinkan ia diajak untuk membaca kitab suci Al-Qur'an.
3) Masa Pembentukan, usia sekitar 10 tahun keatas. Pada masa ini mungkin puberitas akan tumbuh lebih dahulu jika dibandingkan dengan anak normal pada umumnya. Ia akan mulai mengenal lawan jenisnya. Pada usia ini ia akan mulai mengenal siapa saya sebenarnya. Bakat alami akan tumbuh dengan sendirinya dan orang tua mengawasi dan mengarahkan secara baik dan bijaksana. Jangan memaksakan kehendak secara berlebihan. Contoh yang baik adah orang tua sendiri sebagai top pigur. Ingat jika ia perempuan belum disunat maka ia akan tumbuh menjadi anak ABG yang genit. Rasa seknya akan tumbuh berlebihan maka berhati hatilah. Bakat yang sebenarnya akan mulai tampak pada masa usia ini. Jika ia senang untuk melukis maka lukisanya maulai terbentuk dengan baik. Jika ia calon ilmuwan maka ia akan mulai senang dengan penelitian dan pengamatan, tinggal orang tua mengawasi dan memngarahkan.

Friday, April 3, 2009

Perkembangan Manusia Menurut Al-Qur'an


M
anuasia adalah mahluk yang sempurna diciptakan oleh Allah SWT, dengan dilengkapi oleh akal dan pikiran manusia dapat mengelola alam dunia ini. Bahkan manusia disebut sebagai khalifah didunia ini. Dengan sifat Rahman Allah SWT memberikan manusia tidak hanya akal tetapi Kitab suci pun di turunkan untuk sebagai pegangan hidup. Sebagai seorang muslim yang mempunyai kitab suci adalah Al-Qur an wajib dibaca, dipelajari isinya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika penulis masih menjadi santri di salah satu pon pes salafiah Darus Saadah Ngembal Boto Kudus Jawa Tengah sekitar tahun 1990 an penulis pernah bertemu dengan seorang alim yang bernama Pak Lukman di Tebet. Semoga Allah meridoinya dan merahmatinya. Beliau menuturkan bahwa Al Qur' an yang ada sekarang dengan model mushaf Usmani dengan mempunyai ciri spesik tertentu. Al Qur'an sebagai kitab suci dengan susunan yang unik tentu mempunyai maksud dan tujuan dari sang Pencipta. AL-Qur'an dengan susunan 30 zuz, 114 Surat merupakan perlambang dari alam ini. Bahkan beliau menuturkan sifat dan karakter mausia dapat di lihat berdasarkan zuz AlQur'an. Tetapi hal ini dapat diketahui dengan cara sering memhatamkan Al-Qur'an, telaah, pikirkan dan renungkan disertai dengan do'a memohon petunjuk Illahi. Bagi orang orang tertentu yang telah mendapatkan ijin (Izazah) dari guru dan diwisuda dapat mengetahui zuz seseorang dengan petunjuk Illahi.
Al-Qur"an dimulai dengan surat Al Fatihan dilanjutkan dengan surat Al-Baqoroh yang termasuk dalam rangkaian zuz 1 (Al-Fatihah 7 ayat ; Al-Baqoroh 141 ayat) melambangkan bahwa manusia di awal kelahirannya usia 1 tahun sampai 2 tahun adalah mahluk yang sangat ketergantungan kepada sang bunda. Pada usia tersebut sangat membutuhkan air susu ibu. Makanan yang dimakan pada usia tersebut sebaiknya dari unsur tanaman yang hijau-hijau (Vegetarian).
Sapi sangat penyayang terhadap anak anak, demikian pula dengan sang bunda. Jangan sekali kali mengganggu anak sapi jika tidak ingin diseruduk. Namun ini semua bukan berarti anak sapi sama dengan anak manusia, tetapi hanya sisi filosofinya. Mulai saat usia seperti ini anak lebih baik di kenalkan kepada Allah Tuhannya. Kalau dari riwayat hadis nabi pada saat Fatimah melahirkan anaknya Hasan dan HUsain Rasullah mendengarkan kalimat Tauhid Berupa Azan dan Qomat kepada dua telinga cucunya. bukankah ini melambangkan perkenalan antara mahluk yang masih suci (bayi) dengan sang Pencipta. Yang pasti ini akan tercatat dalam hati sanubari sang anak yang paling suci dan dalam.
Pesan azan ini akan berpengaruh dengan perkembangan perilaku dan kejiwaan sang anak sampai dia dewasa. Anak sapi sangat kenal dengan sang induk meskipun di pisahkan pasti dia bisa tahu mana induknya dan bukan. Demikian pula dengan sang bayi jika dia menangis di gendong oleh sang ibu akan cepat berhenti. Karena sang bayi tahu aroma sang bunda.

perkembangan usia manusia