AlQur'an sebuah kitab suci terdiri dari 144 surat, 30 zuz dan ribuan ayat. Itu semua merupakan sebuah kitan suci yang merupakan petunjuk sekaligus pusaka yang harus di hayati dan di amalkan jika ingin sekamat dunia dan akhirat. Tapi sungguh disayangkan banyak dari umat yang mengaku beraga islam tapi perbuatan dan karakter hidup bertentangan dengan kitab suci tersebut. Kita lihat berapa banyak terpidana kasus korupsi yang beragan Islam ? Berapa banyak yang menjadi tahanan di Lembaga Pemasyarakatan yang yang beragama Islam ? Dan masih banyak yang lainnya. Ini semua merupakan kesalahan siapa ? Sungguh tak bijaksana apabila ini semua dikembalikan kepada takdir Illahi. Bukan kah Allah telah memberikan otoritas kepada mahluk yang namanya manusia untuk memilih dengan kehendak manusia tersebut. Tapi dengan konsekwensi yang harus di tanggung oleh manusia tersebut.
Zuz 1 yang merupakan pembuka dari kitab suci Al-Qur'an terdiri dari surat Al-Fatihah dan Al-Baqoroh. Zuz ini mengisaratkan bahwa orang yang berkarakter seperti ini adalah mempunyai sifat pembawaan yang lurus seperti huruf alif dalam huruf hizaiyah. Kecendrungan untuk mempunyai sifat yang baik dan benar sangat kuat, tapi pengaruh dan godaan sangat memungkinkan untuk bersifat seperti orang orang bani Israil yang mempunyai sifat suka mengolok olok dan mengingkari janji, biasanya yang mempunyai watak seperti ini akan meniru perbuatan sapi (cerminan dari surat Al-Baqoroh). Jika ingin hidupnya sehat ia harus menjadi seorang vegetariaan. Jika tidak ia akan menjadi seorang yang berpenyakit ostioporosis di hari tuanya bahkan kelumpuhan. Sifat yang jelek di dalam orang yang berkaratber zuz 1 adalah munafik dan ingin menang sendiri. Tapi manakala pengaruh surat alFatihah dominan maka sifat ini akan kecil untuk tumbuh dan berkembang pada pribadi yang memuat zuz 1. Jika ingin menghindari kelumpuhan di hari tua maka hindari makan makanan yang berkolestrol tinggi. Ia lebih berani berkata tidak jika melihat ketidak adilan tapi mana kala ia bertindak tidak adil ia pun akan beraksi dengan mempertahankan kesalahannya. Ia akan berpenampilan low provil dengan kesan sederhana dan apa adanya.
Wednesday, June 10, 2009
Saturday, June 6, 2009
Hati bergetar mendengar kata Allah
Mahluk hidup pasti mempunyai denyut kehidupan yang disebut hati. Kalau kata nabi itu adalah mutgoh yang berarti segumpal darah. Darah sendiri merupakan kumpulan sel yang banyak sekali mungkin jutaan atau bahkan lebih.
Tatkala kahidupan duniawi yang campur aduk antara yang baik dan yang buruk saling berlomba untuk memperoleh kedudukan yang terhormat di mata manusia. Peranan hati sanubari yang paling suci akan berperan ia yang akan menuntun manusia menuju jalan yang dikendaki Illahi. Ia adalah laksana kaca semakin banyak di bersihkan semakin banyak pancaran kebenaran yang nampak. Salah satunya adalah kalimat yang MAHA AGUNG sang Pencipta alam semesta ALLAH. Ketika kalimat ALLAH terucap dari bibir sang hamba yang bening hati sanubarinya maka Getaran ILLAHI akan berguncang dengan dahsatnya dan ia akan berpengaruh terhadap peri kehidupan sang hamba tersebut. Kondisi kejiwaan manusia yang seperti ini akan sangat tampak ketika kita sedang melaksanakan komunikasi di dalam solat. Hadirkan sang Pencipta ( Allah) dihadapan sang hamba yang ikhlas dan istiqomah, jika sudah demikian maka Ka'bah sang baitullah akan tampak di hadapan kita ketika sedang solat, perlahan namun pasti pintu masjid Al Harom akan nampak dan dapat dihitung. Kondisi seperti inilah yang sangat ditunggu tunggu oleh setiap mu'min yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya. Perubahan peri laku kehidupan akan terasa dalam semua aspek kehidupan. yang semula jelek akan berubah menjadi baik, bukan sebaliknya. Rasa rindu yang teramat dalam menyelimuti hati ketika tidak berucap kalimat Allah Tuhan semesta Alam
Tatkala kahidupan duniawi yang campur aduk antara yang baik dan yang buruk saling berlomba untuk memperoleh kedudukan yang terhormat di mata manusia. Peranan hati sanubari yang paling suci akan berperan ia yang akan menuntun manusia menuju jalan yang dikendaki Illahi. Ia adalah laksana kaca semakin banyak di bersihkan semakin banyak pancaran kebenaran yang nampak. Salah satunya adalah kalimat yang MAHA AGUNG sang Pencipta alam semesta ALLAH. Ketika kalimat ALLAH terucap dari bibir sang hamba yang bening hati sanubarinya maka Getaran ILLAHI akan berguncang dengan dahsatnya dan ia akan berpengaruh terhadap peri kehidupan sang hamba tersebut. Kondisi kejiwaan manusia yang seperti ini akan sangat tampak ketika kita sedang melaksanakan komunikasi di dalam solat. Hadirkan sang Pencipta ( Allah) dihadapan sang hamba yang ikhlas dan istiqomah, jika sudah demikian maka Ka'bah sang baitullah akan tampak di hadapan kita ketika sedang solat, perlahan namun pasti pintu masjid Al Harom akan nampak dan dapat dihitung. Kondisi seperti inilah yang sangat ditunggu tunggu oleh setiap mu'min yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya. Perubahan peri laku kehidupan akan terasa dalam semua aspek kehidupan. yang semula jelek akan berubah menjadi baik, bukan sebaliknya. Rasa rindu yang teramat dalam menyelimuti hati ketika tidak berucap kalimat Allah Tuhan semesta Alam
Subscribe to:
Posts (Atom)
