Friday, April 3, 2009

Perkembangan Manusia Menurut Al-Qur'an


M
anuasia adalah mahluk yang sempurna diciptakan oleh Allah SWT, dengan dilengkapi oleh akal dan pikiran manusia dapat mengelola alam dunia ini. Bahkan manusia disebut sebagai khalifah didunia ini. Dengan sifat Rahman Allah SWT memberikan manusia tidak hanya akal tetapi Kitab suci pun di turunkan untuk sebagai pegangan hidup. Sebagai seorang muslim yang mempunyai kitab suci adalah Al-Qur an wajib dibaca, dipelajari isinya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika penulis masih menjadi santri di salah satu pon pes salafiah Darus Saadah Ngembal Boto Kudus Jawa Tengah sekitar tahun 1990 an penulis pernah bertemu dengan seorang alim yang bernama Pak Lukman di Tebet. Semoga Allah meridoinya dan merahmatinya. Beliau menuturkan bahwa Al Qur' an yang ada sekarang dengan model mushaf Usmani dengan mempunyai ciri spesik tertentu. Al Qur'an sebagai kitab suci dengan susunan yang unik tentu mempunyai maksud dan tujuan dari sang Pencipta. AL-Qur'an dengan susunan 30 zuz, 114 Surat merupakan perlambang dari alam ini. Bahkan beliau menuturkan sifat dan karakter mausia dapat di lihat berdasarkan zuz AlQur'an. Tetapi hal ini dapat diketahui dengan cara sering memhatamkan Al-Qur'an, telaah, pikirkan dan renungkan disertai dengan do'a memohon petunjuk Illahi. Bagi orang orang tertentu yang telah mendapatkan ijin (Izazah) dari guru dan diwisuda dapat mengetahui zuz seseorang dengan petunjuk Illahi.
Al-Qur"an dimulai dengan surat Al Fatihan dilanjutkan dengan surat Al-Baqoroh yang termasuk dalam rangkaian zuz 1 (Al-Fatihah 7 ayat ; Al-Baqoroh 141 ayat) melambangkan bahwa manusia di awal kelahirannya usia 1 tahun sampai 2 tahun adalah mahluk yang sangat ketergantungan kepada sang bunda. Pada usia tersebut sangat membutuhkan air susu ibu. Makanan yang dimakan pada usia tersebut sebaiknya dari unsur tanaman yang hijau-hijau (Vegetarian).
Sapi sangat penyayang terhadap anak anak, demikian pula dengan sang bunda. Jangan sekali kali mengganggu anak sapi jika tidak ingin diseruduk. Namun ini semua bukan berarti anak sapi sama dengan anak manusia, tetapi hanya sisi filosofinya. Mulai saat usia seperti ini anak lebih baik di kenalkan kepada Allah Tuhannya. Kalau dari riwayat hadis nabi pada saat Fatimah melahirkan anaknya Hasan dan HUsain Rasullah mendengarkan kalimat Tauhid Berupa Azan dan Qomat kepada dua telinga cucunya. bukankah ini melambangkan perkenalan antara mahluk yang masih suci (bayi) dengan sang Pencipta. Yang pasti ini akan tercatat dalam hati sanubari sang anak yang paling suci dan dalam.
Pesan azan ini akan berpengaruh dengan perkembangan perilaku dan kejiwaan sang anak sampai dia dewasa. Anak sapi sangat kenal dengan sang induk meskipun di pisahkan pasti dia bisa tahu mana induknya dan bukan. Demikian pula dengan sang bayi jika dia menangis di gendong oleh sang ibu akan cepat berhenti. Karena sang bayi tahu aroma sang bunda.

No comments:

Post a Comment