Manusia adalah mahluk yang paling sempurna diciptakan Allah SWT. Sudah sewajarnya yang Menciptakan memberikan aturan yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Aturan tersebut dinamakan syariah. Atau lebih tepat lagi disebut dengan agama.
Dengan berbagai macam alasan ada kalanya manusia yang tak mau taat kepada aturan Illahi yang telah ditetapkan. Ini yang disebut Kufur. Sebaliknya apabila ia patuh dan taat kepada ketentuan Illahi maka ini yang disebut sukur.
Sesuai dengan kondrat sebagai mahluk yang paling mulia wajar jika manusia dibekali akal dan hawa napsu. Manakala akal yang paling dominan maka derajatnya akan melebihi malaikat, sebaliknya maka apa bila hawa napsu yang berpengaruh maka derajatnya akan sangat rendah melebihi hewan.
Ketaatan kepada Allah SWT yang disebut Takwa akan membimbing jiwa yang bersih untuk senantiasa patuh dan taat dengan nilai nilai Illahiyah.
Semakin manusia taat kepada petunjuk Allah SWT maka akan semakin tinggi derajatnya disisi Allah SWT.
Dalam kondisi yang terus menerus maka ketaatan ini akan berkembang menjadi kecintaan yang tiada tara dengan tuntunan Illahi. Ini akan dirasakan oleh sang pemilik jiwa yang bersih, tapi mungkin orang lain akan memandang ini adalah biasa saja. Sulit mengungkapkan nilai nilai kecintaan kepada Illahiyah dengan kata kata, karena memang kata kata tersebut sangat terbatas dengan huruf. Nilai nilai kecintaan ini sangat bersifat individual. Seperti ketika sahabat nabi Saidina Ali R.A sedang solat, panah yang menanjap di punggung beliau dicabut sampai tidak terasa sakit olehnya. Inilah nilah-nilai kecintaan yang sangat tinggi.
Jika jiwa yang bersih sudah bisa merasakan nilai nilai ketaqwaan yang berakibat akan berkembang menjadi kecintaan yang tiada tara dengan perintah Allah, ketika Allah memerintahkan untuk berjihad dengan harta dan jiwanya maka iapun akan mentaati perintah tersebut tanpa membantah.
Hanya permasalahannya sampai sejauh mana manusia dapat mentaati dan melaksanakan perintah Illahi.? Tergantung jiwa yang merasakannya.
Wednesday, September 9, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment